Urun dana adalah praktik pengumpulan dana yang meminta masyarakat menyumbangkan sejumlah uang untuk membiayai suatu proyek, bisnis, atau usaha. Umumnya galang dana dilakukan melalui internet dengan melibatkan banyak donatur.

Layanan yang juga dikenal dengan sebutan equity crowdfunding (ECF) atau yang terbaru menjadi securities crowdfunding (SCF) sudah diatur secara resmi dalam peraturan Otoritas Jasa Keuangan. Dengan begitu, legalitas dan keamanannya terjamin untuk para pemberi modal.

Apa yang Dimaksud dengan Urun Dana?

Urun dana adalah praktik pengumpulan dana dari sejumlah pihak untuk memodali suatu proyek atau usaha melalui internet. Layanan ini dapat menjadi investasi bagi pemilik modal untuk memberikan pendanaan pada bisnis modal kecil seperti UMKM, startup, atau organisasi.

Saat ini layanan urun dana menjadi salah satu pilihan pendanaan banyak UMKM dan perusahaan startup. Pemilik dana dapat memodali suatu perusahaan sambil ikut berinvestasi di dalamnya, kemudian memperoleh dividen dari perusahaan atau UMKM tersebut.

Jenis-Jenis Urun Dana

Pada prinsipnya, urun dana adalah sarana pendanaan yang melibatkan banyak pihak untuk menyumbang dana dengan tujuan tertentu. Dalam praktiknya, ada sejumlah prinsip penerapan urun dana yang membaginya ke dalam beberapa jenis, yaitu:

  1. Urun Dana Pinjaman

Urun dana berbasis pinjaman (social leading) merupakan salah satu jenis metode urun dana lewat suatu portal digital yang berhubungan dengan urusan pinjaman sosial. Urun dana pinjaman adalah pengumpulan dana yang berbentuk pinjaman (peer-to-peer lending).

  1. Urun Dana Donasi

Jenis urun dana berikutnya pendanaan berbasis donasi atau donation crowdfunding. Bentuk galang dana ini donatur akan memberi sejumlah uang tanpa meminta imbalan apapun. Prinsip urunan ini umumnya dilangsungkan oleh organisasi sosial non profit dan tim bantuan bencana.

  1. Urun Dana Ekuitas

Equity crowdfunding atau urun dana ekuitas adalah bentuk urun dana berkonsep layaknya saham. Dimana dana menjadi bagian kepemilikan atas perusahaan dan akan memperoleh imbalan berupa dividen. Di Indonesia, urun dana ekuitas bergerak di bawah regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

  1. Urun Dana Hadiah

Bentuk urun dana terakhir adalah urun dana berbasis hadiah atau reward crowdfunding. Merupakan bentuk pendanaan dimana donatur mengharapkan imbalan pendanaan berbentuk non-finansial, bisa jasa ataupun barang. Contoh urun dana ini adalah pemodal untuk produk baru suatu perusahaan.

Kelebihan dan Risiko Urun Dana Adalah

Dari segi investasi, menanam modal lewat platform urun dana memiliki beberapa keuntungan. Di antara kelebihan investasi urun dana, yaitu:

  • Pemodal memiliki saham dari perusahaan yang didanai.
  • Pemodal dapat menerima dana kembali atau dividen.
  • Keuntungan investasi tergantung perkembangan bisnisnya, ada yang mencapai belasan persen, bahkan bisa hingga mencapai 30% per tahun untuk waralaba lokal ternama.

Di samping kelebihan pasti selalu ada risiko atau kekurangan. Terlebih mengingat urun dana atau ECF merupakan salah satu bentuk investasi, dimana prinsipnya sama saja seperti metode investasi lainnya. Sehingga tentu tidak terlepas dari adanya risiko seperti di bawah ini:

  • Perusahaan yang dimodali gagal atau bangkrut.
  • Bentuk saham berbeda dengan yang di pasar saham sehingga sulit untuk menjualnya.
  • Tidak ada jaminan pasti besaran keuntungan.

Dari beberapa risiko tersebut dapat disimpulkan bahwa pemilik modal harus melakukan analisis dengan cermat agar memperoleh keuntungan maksimal dan meminimalisir adanya kerugian. Selain itu, pemodal dapat memilih perusahaan atau startup dalam ECF agar mendapatkan profit.

Secara garis besar, urun dana adalah suatu cara pengumpulan dana dari berbagai pihak untuk mendanai suatu proyek, usaha, bisnis, atau perusahaan. Jika tertarik menjadikan urun dana sebagai layanan investasi, pastikan memilih platform terbaik yang mengantongi izin OJK. 

Author

Write A Comment